techno-of-the-week-hunian-alien-diduga-ditemukan-DLX6elUQ4u

CALIFORNIA – Keberadaan alien terus menjadi pembicaraan hangat. Di tambah dengan ilmuwan terus menumukan kemungkinan tempat lain di luar Bumi yang bisa dihuni alien atau makhluk asing.

Michael Gillon bersama tim Universitas Liege, baru-baru ini menemukan tiga planet yang mengorbit di sekitar bintang kecil terdekat dikenal sebagai Trappist. Penemuan tiga planet yang mengitari sebuah bintang redup kecil tersebut, kemungkinan bisa menjadi tempat hunian ‘alien’ untuk menemukan kehidupan lain di luar Bumi.

Michael Gillon dari Universitas Liege di Belgia mengatakan, studi ini menunjukkan ada dua dari planet yang diteliti memiliki periode orbital masing-masing dengan waktu sekira 1,5 hari dan 2,4 hari.

“Sementara planet ketiga yang mengorbit waktu sekira 10 hari. Planet seukuran bumi itu mengorbit di bintang induk mereka,” ujarnya seperti diwartakan dari The Guru Daily, Senin (16/5/2016).

Dia menjelaskan, planet tersebut terletak di konstelasi Aquarius yang relatif dekat dengan Bumi, yaitu sekira 40 tahun cahaya, pada jarak cukup untuk memperoleh panas untuk ketersediaan air di permukaan mereka.

“Ini merupakan suatu hal yang penting untuk penemuan kehidupan. Penemuan itu menandai pertama kali planet ditemukan mengorbit di sebuah bintang,” kata Gillon selaku penulis utama penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature.

“Kami telah mempersiapkan James Webb sebuah teleskop ruang angkasa yang sangat besar untuk mengukur masa planet. Jika ingin mencari kehidupan di tempat lain pada alam semesta ialah tempat di mana kita harus mulai untuk melihatnya,” tambahnya.

Teleskop itu, menemukan planet-planet dengan mencari perubahan jumlah cahaya yang muncul dari bintang dan mungkin disebabkan oleh planet yang lewat di jalur pengamatan teleskop. Semakin kecil bintang latar belakang, semakin mudah untuk mendeteksi dan mengukur planet-planet yang transit.

Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan asal Belgia itu telah bekerja sama dengan peneliti internasional asal Amerika Serikat dan Inggris. Terutama bekerja melalui sistem internet yang terhubung ke salah prototipe teleskop berbasis di Chile.

Para ilmuwan dan peneliti tersebut telah mendeteksi planet yang berpotensi dihuni. Dengan mengamati bintang tertentu dan mencoba untuk menangkap planet yang akan lewat di depan mereka.

Dengan arus Trappist, para ilmuwan melalui teleskop yang digunakan mampu mengamati 60 target objek dengan ruang lingkup Speculoos yang lebih luas hingga 500 objek.

http://techno.okezone.com/read/2016/05/20/56/1393802/techno-of-the-week-hunian-alien-diduga-ditemukan